Ini adalah naskah drama waktu aku kelas 8, drama ini terdiri dari 4 tokoh dengan 3 orang perempuan dan 1 orang laki laki.. Semoga bermanfaat.
“Perselisihan di dalam keluarga”
TOKOH :
Ibu
Syela
Mira
Pak Freed
Sinopsis
“Ada sebuah keluarga yang awalnya mereka hidup
rukun dan harmonis juga serba berkecukupan dan memiliki dua orang anak
perempuan yang salah satunya merupakan anak angkat yang bernama Mira dan ia
belum mengetahui hal tersebut. Tetapi ayah mereka sudah meninggal 5 tahun yang
lalu. Sang ibu bekerja dan mengurus butik pemberian suaaminya.”
“Namun, dalam kehidupan pastilah ada
perselisihan yang mengakibatkan pertengkaran. Pertengkaran tersebut dipicu oleh
kesalah pahaman.”
“Pada suatu malam,Ibu, Syela, dan Mira makan
malam bersama.”
Mira : “masakan ibu ini sangat lezat,
benarkan syela?”
Syela : “tentu saja, kan aku yang
membantu ibu memasak.”
Ibu : “sudahlah”
Syela : “bagaimana dengan butik ibu? Apa
masih lancar”
Ibu : “Alhamdulillah lancar, sepertinya
pelanggan ibu bertambah”
Mira : “itu bagus”
Ibu : “ya”
Syela : “aku sudah kenyang”
Mira : “aku juga”
Ibu : “sekarang bersihkan diri kalian
dan segera tidur!!!”
Syela & Mira : “oke bu”
Mira : “aku sangat mengantuk”
Syela : “mari kita tidur, selamat malam”
Mira : “selamat malam”
“Hari ini adalah hari libur, namun Syela dan
Mira masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Saat itu Mira sedang
menyelesaikan tugas sekolahnya dan Syela sedang menyusun buku-bukunya di rak
buku”
Ibu : Syela, kemari,bantu ibu membersihkan dapur”
Syela : “baiklah”
Ibu : “sapu lantainya!!!!!”
Syela : “ok, ya Astagfirullahal’zim.. kotor sekali
dapurnya.. buuu, aku butuh bantuan Mira
untuk membersihkan semua ini”
Ibu : “Mira sedang mengerjakan pr, jangan ganggu dia”
Syela : Hmmmm……………..
“Sejak saat itu rasa iri dan
kesal Syela muncul kepada Mira” “Setelah Syela selesai
membersihkan dapur, ibu memanggil Syela untuk menjaga rumah dan Mira, karena
ibu akan pergi sebentar.”
Ibu : Syela
“Syela…”
Syela : Yes Ibu.. “Iya
bu” sambil berlari menghampiri ibu
Ibu : “Syela kamu
dirumah sebentar , jaga Mira, ibu ingin
pergi sebentar”
Syela : “Iya bu…”
Ibu :”“Pak Freed, tolong siapkan mobil,”
Freed : “baik’ nyonya”
“Setelah ibu pergi, Syela segera
menghampiri Mira di kamarnya”
Mira : “ibu pergi kemana?”
Syela : “ibu sedang keluar sebentar. Mira! Kenapa kau tidak
membantuku di dapur tadi?”
Mira : “aku masih belum menyelesaikan pr ku”
Syela : “banyak alasan” kata Syela dengan nada menyinggung
“2 jam kemudian, ibu sudah pulang
ke rumah dan membawakan hadiah untuk syela dan Mira”
Mira
: ibu
sudah pulang”
Syela : “hai bu”
Ibu : “lihat.. apa yang ibu bawakan untuk kalian. Ini
untukmu {Mira}. Dan ini untukmu {Syela}
Syela
& Mira : “Termakasih
bu…” lalu mereka segera menuju ke kamar… “Syela dan Mira segera membuka
bingkisan dari ibu”
Mira : lihat Syela. .
jilbab, jam tangan.. semua yang kuinginkan saat ini benar benar ada”
Syela “ya itu bagus” jawab Syela dengan berat
Mira
: “ibu,
apa ibu tau, yang aku inginkan sekarang,
ibu belikan tadi”
Ibu : Itu hanya kebetulan”
Mira : “terimakasih ibu”
…………………
Syela : “aku akan sembunyikan ini” ia pun segera pergi….
“kemudian Mira
segera kembali ke kamar dan ia mencari sesuatu”
Mira
: “dimana
jam tanganku?”lalu Mira bertanya pada ibu
“bu, apa aku meninggalkan jam tanganku disini?”
Ibu : “tidak ada,!!”
Mira : dimana…dimana jam tanganku”
Ibu : “Pak Freed, tolong bantu mira mencari jam tangannya”
Freed : Baiklah” lalu dia bertanya kepada Syela
Freed: “apa
kamu melihat jam tangan Mira?”
Syela : “tidak..” jawabnya
“Setelah Pak Freed meninggalkannya, Syela
berpikir ingin mengmbil jam tangan itu, tetapi Mira segera melihat hal itu”
Mira : apa kamu yang menyembunyikan jam tanganku?”
Syela : “mmmm… tidak” jawab Syela dengan gugup
Mira : “kau ini kenapa? Apa kau iri pada ku, katakan saja,
apa aku harus memberitahu ibu”
Syela
: “Berhenti…
ya, aku memang iri padamu, ibu lebih sayang padamu daripada aku”
Mira : “tapi kenapa, aku adalah adikmu”
Syela : “Tidaaak… kau bukan adikku, kau adalah anak angkat
yang diadopsi orangtuaku 10 tahun lalu, apa kau tahu itu?”
Mira : “ lie” “bohong”
Syela : “tidak, aku tidak berbohong adikku, tanyakanlah pada
ibu, sekarang.”
“Mira segera
berlari menemui ibunya sambil menangis”
Ibu : “kenapa kau menangis????”
Mira : “apa benar.., aku bukan anak kandungmu?”
Mira : “apa benar.., aku bukan anak kandungmu?”
Ibu : “kau benar maafkan ibu”
Mira : tapi kenapa, kenapa ibu tidak pernah mengatakan
hal ini”
Ibu : “maafkan ibu, tolong maafkan ibu”
Mira : “baiklah”
“Syela
memikirkan apa yang telah dilakukannya tadi, ia merasa bersalah”
Syela : “aku tidak seharusnya seperti ini” aku harus minta ma’af pada Mira”
“Mira… maafkan aku, aku sangat menyesal,
maafkan aku, aku benar-benar menyayangimu
seperti adikku sendiri, kumohon maafkan aku”
Mira : apa kau sungguh menyayangiku, sepenuh hati????”
Syela : “YA.. tentu, aku menyayangimu, apa kau ,mau
memaafkanku??”
Mira : “ya, tentu”
“akhirnya kesalah pahaman dan perselisihan
inipun berakhir, Syela dan Mira hidup dengan damai kembali, ibupun tidak pernah
membedakan keduanya”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar